Powered By Blogger

Dinsdag 02 Julie 2013

etika dan filsafat kepemimpinan 2

NAMA : TEODORUS EGIE SAPULTURA
NIM     : 201210081
PRODI : ILMU ADMINISTRASI NEGARA ( FISIP )
NO.HP : 089698065752

1.Apakah yang dapat saya ketahui ?
Sejauh pengetahuan saya berkaitan stereotip itu merupakan pemahaman ataupun anggapan,menilai seseorang, masyarakat tentang sesuatu yang kebenaranya belum dapat di pastikan. Berhubungan saya di cetak untuk menjadi seorang leadership Jika di kaitkan dengan kepemimpinan yang disitu ada tipe otoriter,demokratis,liberal, yang cara penerapanya berbeda beda-beda tergantung dengan situasi dan kondisi.
Dan juga dapat dikaitkan dengan metafisika, Metafisika berasal Bahasa Yunani yakni meta artinya setelah atau di balik dan phisika artinya hal-hal di alam. Metafisika adalah cabang filsafat yang mempelajari penjelasan asal atau hakekat objek (fisik) di dunia.Diamana seseorang dapat mengetahui apa yang belum pernah diketahui sebelumnya .ilmu-ilmu seperti ilmu matematika, fisika dan lain-lain. Kesimpulanya bahwa metafisika dapat memberi bantuan yang tidak bisa kita temui dan dapat memberi motivasi bagi seseoran leader yang baik.
2. Apa yang harus saya lakukan ?
Etika dan Moralitas , Etika berasal dari Yunani Kuno yakni “ethikos” artinya “timbul dari kebiasaan”. Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai,pola perilaku dan adat istiadat atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moralitas pada diri seseorang.Yang dimana kita sudah mengetahui ilmu tersebut dan bagaimana kita menerapkannya dalam kebiasaan kita sehari-hari . dan bagaimana kebiasaan tersebut berjalan sesuai dengan kehendak pada diri seseorang itulah yang disebut etika dan moralitas.
3. Apa yang biasa kita harapkan ? agama,moralitas dan kesopanan. jadi agama merupakan kebutuhan bagi setiap umat manusia untuk menjalankan roda kehidupan yang berkaitan dengan kepercayaan pada agamanya masing-masing dimana agama yang menuntun manusia kearah jalan yang benar jika melalukan pelanggaran terhadap etika dan moral sehingga tidak ada pelanggaran yang dilakukan umat manusia tersebut jika berpacu dengan iman. Setiap manusia yang hidup akan kembali kepada sang pencipta,karena DIAlah yang menciptakan kita dan kepadanyalah kita kembali.sedang kan moralitas dan kesopanan merupakan bekal yang ada pada pribadi seseorang dalam menjalankan kehidupan sehari-hari,jadi jika dikaitkan dengan seorang pemimpin,maka seperti itulah jiwa kepemimpinan yang baik dan dapat menjalankannya sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking